"Kamu punya toleransi bau yang lumayan ya, Ka? Kamu bisa tahan lama-lama ada disini. Enggak mau pergi aja?" Yuma sadar betul jika kekasihnya juga tampak kesal semenjak melihat kehadiran Rama bersama dengan seorang pria lain yang entah siapa, yang untungnya datang terlambat sehingga tidak harus mendengar perkataan Yumna yang kasar. Makanya dia berniat untuk membawa Kama pergi dari sini sebelum terjadi hal-hal yang tidak dia inginkan di tengah ramainya orang. Dan seperti mengerti dengan maksud perkataannya, kekasihnya itu langsung mengangguk dengan senyum miring. "Bukan punya toleransi bau, tapi aku juga berpikir kalau bau busuknya dari sampah pedagang yang ada disini, makanya aku coba tahan sebagai bentuk menghargai. Tapi kalau ternyata baunya justru dari bangkai yang berjalan, ya seharu

