Ketika pada akhirnya hari yang ditunggu tiba, keluarga Kama sudah sibuk sejak pagi untuk mempersiapkan segala sesuatu yang harus dibawa ke kediaman Yumna. Semua barang seserahan yang menjadi simbol lamaran kembali di tata rapi di ruang tamu, diperiksa ulang agar tidak ada yang rusak atau semacamnya. Bahkan Mama Kama sendiri yang turun tangan untuk memeriksa semua barang yang sudah dikumpulkan, termasuk tas yang Kama beli sendiri untuk Yumna. "Makanan nanti kita tambah bolu gulung yang tokonya ada di ujung jalan aja ya? Kayaknya enggak cukup kalau cuma segini," ujar Mama Kama. Kama dan yang lainnya yang mendengarkan hal itu, langsung menatap pada jejeran makanan yang dihias cantik yang diletakan di atas meja. Bagaimana mungkin jika makanan sebanyak itu masih tampak kurang di mata mamanya

