Delapan

1579 Kata

Kling Denting lonceng yang sengaja diletakkan di atas pintu, berbunyi kala Kama membuka pintu kaca itu untuk dapat masuk ke dalam sebuah restoran bernuansa warm. Dihiasi dengan lampu bohlam berwarna kuning yang disebar ke seantero restoran, membuat restoran ini terasa hangat walaupun sebagian dindingnya dibuat dari kaca tebal demi membiarkan pengunjungnya menikmati jalanan di depan restoran yang terkadang cukup padat. Mata Kama mengedar, mencari sosok yang tadi siang mengajaknya untuk bertemu. Sosok itu duduk di salah satu kursi yang ada di tengah ruangan, melambaikan tangan saat mendapati Kama yang berjalan mendekat. "Gue kira lo enggak akan datang," kata Reka dengan senyum lebar. Kama hanya membalas seadanya, dia duduk dan langsung sibuk dengan buku menu yang sudah tersedia di atas m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN