Suasana yang sangat tenang, jendela yang sengaja di buka sepenuhnya hingga angin sore berhasil masuk, juga wangi kopi yang masih sangat terasa karena baru selesai diseduh. Di depan sebuah laptop yang terbuka, seorang wanita duduk dengan memangku gelas kopi. Menyesap dengan mata yang terfokus pada layar laptop yang ada di depannya. "Jelas-jelas karya yang pertama ide nya keren banget, bahkan sampai best seller. Kenapa di novel yang kedua malah begini?" Yumna mengerutkan keningnya di depan sebuah naskah yang sedang dia tangani. Sejak sebelum menikah dengan Kama, dia sudah aktif menjadi seorang editor dari salah satu penerbit besar. Walaupun dia adalah editor yang bekerja secara online, tapi jika yang dia tangani adalah penulis yang berasal dari Ibu kota maka Yumna akan menemuinya secara l

