"Kamu tahu kan kalau ini bukan kesalahan kecil? Karena kamu salah memasukan CV pelamar sehingga saat wawancara saya harus meminta maaf pada pelamar dan juga menunda sesi wawancara demi mengembalikan CV itu ke map yang benar. Dan banyak waktu terbuang karena kami harus mencari dari banyaknya tumpukan map para pelamar. Padahal selama ini kamu tidak pernah bertindak seceroboh ini, tapi sekalinya kamu melakukan kesalahan kamu malah membuat semua orang terlibat dalam kesulitan." Kepala bagian itu menyugar rambutnya sebelum kemudian membalikkan badan. "Karena ini pertama kalinya kamu membuat kesalahan, maka akan saya maafkan. Untuk ke depannya tolong jangan lakukan kesalahan semacam ini lagi." Suasana ruangan itu masih saja hening bahkan setelah atasan mereka kembali masuk ke dalam ruangannya

