Dua puluh sembilan

1623 Kata

Yumna tadinya sangat semangat saat membayangkan di hari senin nanti dia akan kembali berangkat bekerja, namun perasaan senang malahnya berubah menjadi resah sesaat setelah dia mendengar ucapan Kama. "Jadi satu ruangan udah tahu kalau kita jadian?" tanya Yumna terkejut. Pria yang sedang menyetir mobil untuk membawanya kembali ke rumah, setelah keluar dari rumah sakit itu, mengangguk sambil melirik sekilas padanya. "Ini salah saya, karena waktu itu saya yang lagi ngobrol sama Aris, keceplosan bilang kalau saya udah punya pacar. Sialnya, si sialann itu malah sengaja nanya sambil teriak, jadi semua orang denger. Dan yang bikin semakin parah karena waktu itu Ina juga muncul, jadi lah mereka maksa saya buat bilang siapa pacar saya sekarang." Bisa Yumna lihat Kama kemudian mendesah berat. Saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN