"Owh, kamu yang cemburu sama muridku itu?" Aldo sudah ingin tertawa tapi ditahannya karena ingin menggoda istrinya. "Ishsh, siapa yang cemburu. Aku kesal tau saat itu." "Itu namanya cemburu, sayang." Aldo semakin erat memberikan pelukan pada Nadia yang meletakkan pizza di meja dekat dapur. "Sudahlah... yang lalu biarlah berlalu, sekarang aku makin tidak bisa jauh dari istriku ini. Tambah pintar masak." Aldo gantian mencium pipi kiri Nadia lalu membalik posisi istrinya menjadi berhadapan dengannya. Lau dia mengelus lembut perut Nadia yang sudah membesar. Aldo mencium perut Nadia. "Kapan kamu lahir, Nak?" Nadia tersenyum mendengar sapaan Aldo untuk calon anaknya. "Alhamdulillah, ini berkah dari-Nya ya Mas." "Iya, rejeki dari Allah datang dari arah yang tidak disangka bukan? Semoga an

