Bab 27 Malam hari tiba, sejatinya Zein enggan pergi ke Bukit Bintang. Namun rasanya ia menyayangkan kalau melewatkan acara itu. Ia justru ingin mengenang kembali momen romantisnya bersama Syifa dulu. Dengan menguatkan hati, ia melajukan mobilnya menuju tempat yang penuh kenangan baginya dan juga Syifa mengawali niat berumah tangga. Tidak sampai satu jam, Zein telah memarkirkan mobilnya di depan restoran yang dimaksud Syifa. Ia melangkah lesu sambil mengedarkan pandangan ke segala penjuru. Namun, begitu netranya tidak mendapati satu pun yang dikenal, entah kenapa hatinya lega. Seolah ia berharap acara lamaran Syifa gagal. "Apa mereka belum datang? Atau acaranya pindah tempat?" Jantungnya kian berpacu kencang, Zein memilih duduk di ujung dekat sekali dengan pembatas. Ia bisa leluasa melih
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


