BDM 24

1301 Kata

Bab 24 "Siapa tahu kamu takut padaku, jadi pisau itu untuk mempertahankan diri," celetuk Helan. "Astaga, Dok. Jangan bercanda di saat genting begini!" bentak Syifa. "Ini nggak lucu." "Iya-iya maaf. Astaga, mereka hampir mendekati mobil kita. Ayo, cepat, Fa!" "Tunggu, Dok!" Syifa membetulkan tali sepatunya. Keduanya bergegas lari masuk ke hutan. Senja mulai menyapa, suasana hutan mulai sunyi. Cahaya dari sang surya yang menembus pepohonan mulai meredup. "Dok. Dokter Helan." Syifa merasakan jantungnya berdetak kencang. Ia menoleh ke kanan kiri dan belakang tidak mendapati Helan di sana. "Dokter Helan! Dokter di mana?" Syifa panik, pikirannya justru melayang kalau Helan tertangkap pemberontak. Gegas ia menelusuri kembali jalan tadi. "Syukurlah. Dokter Helan menakuti saya? K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN