"Rasa bahagia bisa diperoleh saat memaafkan seseorang yang menyakitimu." "Tataplah aku dan katakan kalau kamu tidak merindukanku, maka aku akan pergi dan tidak akan mengganggumu lagi. Aku bersalah padamu. Kumohon maafkan aku, Nad," ucap Aldo dengan sedikit berlinang air mata. Dia tak akan tahan jika memang Nadia menolaknya. Tapi lebih baik segera diselesaikan daripada menggantung. Aldo memegang erat lengan Nadia berharap istrinya merindukannya. "Aku tidak merindukanmu, Mas. Maafkan aku yang belum bisa menjadi istri sesuai harapanmu." Nadia menundukkan wajahnya. Aldo pun meregangkan tangan yang memegang erat lengan Nadia. Hatinya perih karena Nadia benar-benar tidak mau kembali padanya. "Baiklah. Aku berdoa untuk kebahagianmu, Nad." Aldo hendak berbalik pamit tapi ditarik lengannya oleh

