Chapter 10

1299 Kata

Ruangan hening itu seolah mendukung situasi tegang yang sedang terjadi. Dua orang di dalamnya masih duduk berhadapan dengan pikiran masing-masing. Tidak melakukan apapun, hanya sibuk bergelut dengan batin mereka sendiri. Naya meremas bantal sofa dengan gemas. Sudah 15 menit dia duduk di ruangan Rezal setelah pria itu mengatakan hal yang membuatnya terkejut. Naya tidak melakukan apapun di sana. Dia hanya menurut saat Rezal memintanya untuk duduk selagi pria itu memeriksa hasil rapat yang dia catat. "Pak?" panggil Naya saat dia sudah tidak kuat dengan keheningan. Jika terus diam seperti ini lebih baik dia keluar. Jujur saja, melihat Rezal dengan wajah datarnya membuatnya takut. Naya malah kembali teringat dengan pertemuan awal mereka di restoran dulu. "Saya nggak minta kamu bicara." Rezal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN