Chapter 30

1162 Kata

Bagi Rezal, tidak ada hal yang menyakitkan selain mengetahui jika ayah dari kekasihmu adalah musuhmu di masa lalu. Kebetulan yang ditakdirkan oleh Tuhan seolah membuka matanya kembali. Apa dia pernah melakukan kesalahan di kehidupan sebelumnya sampai Tuhan menggariskan takdir yang seperti ini? Rezal semakin berpikir, apa memang dia tidak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan? "Kamu belum cerita lo, Zal. Kenapa bisa babak belur kayak gini?" Rezal hanya diam mendapat pertanyaan dari Ibunya yang terus berulang. Dia tidak sanggup untuk mengatakan kejadian yang sebenarnya. Ibunya begitu menyukai Naya, tapi juga membenci Faisal dan Luna. Apa yang harus Rezal perbuat sekarang? "Mama nggak pernah liat kamu berantem sampe kayak gini? Ada apa, hm?" "Ma," panggil Rezal pelan. Perlahan dia meraih t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN