"Mama! Papa!" "Mama!" "Papa" "Eungg.." Raisa mulai menggeliatkan tubuhnya yang masih terbaring tidur di atas ranjangnya bersama dengan Andrew yang berada di sampingnya dan memeluk erat pinggangnya. Raisa menatap wajah Andrew yang masih terlelap. "Drew.. bangun. Lepaskan pelukanmu," Andrew bergeming. "Drew." Raisa berusaha melepaskan pelukan Andrew dari tubuhnya, namun pria itu bukannya melepaskan melainkan malah semakin memeluk erat tubuhnya. "Ish Drew, lepas." "Mama! Papa!' Teriak Aira dari luar seraya mengetuk pintu kamar Raisa dan Andrew. "Drew, lepas ih! Ada Aira itu di depan," Raisa terus berusaha terlepas dari pelukan Andrew. "Eugh! Kamu pasti bohong, mana ada Aira jam segini," gumam Andrew dengan mata tertutup. Raisa mendelik gemas mendengar itu. "Bohong apanya, Drew?! Aku

