"Aku bertemu dengan Xander," Andrew menatap Raisa tajam. "Jangan bercanda kamu, Raisa." Raisa semakin terlihat gugup dan gelisah. "Aku.. aku serius, Drew." "Tapi bagaimana dia bisa ketemu kamu, dia itu lagi di penjara," timpa Andrew cepat dengan nada sedikit meninggi. Jujur, entah kenapa darah Andrew selalu naik bila mendengar nama musuh dari masa lalunya yang kelam. Raisa menatap Andrew sendu. "Dia udah bebas," "Ck!" Andrew berdecak. "Jangan mengada-ngada!" Tanpa membalas ucapan Andrew, Raisa segera bersingkut menjauhi Andrew untuk mengambil sesuatu dari laci meja yang berada di samping kanan ranjangnya. Raisa mengambil kartu nama Xander di sana dan akan ia tunjukkan kartu identitas itu pada Andrew. "Ini," ucap Raisa kembali duduk di samping Andrew seraya memberikan kartu identitas

