Kemarin, adalah saat Alan menjalani Kemoterapi yang kedua kalinya. Anzela selalu setia di sini, menemani teman laki-laki ini di dampingi Tian, Bayu dan Ray yang berjaga di sini. Anzela duduk di sebelah brankar yang di tiduri Alan. Gadis itu menggunakan masker penutup wajah. Hanya terlihat matanya yang berwarna coklat muda. Alan, cowok itu terbaring lemah dengan segala alat bantu yang menempel di tubuhnya. Anzela tau, mungkin itu sangat sakit. Bahkan Anzela tidak bisa membayangkan bagaimana sakitnya menjadi Alan. "Zel," panggil Alan lemah. Kondisi pria itu semakin lemah setelah menjalani Kemoterapi kemarin. "Iya?" tanya Anzela. "Besok, tolong bawain gue topi ya.." "Buat apa?" tanya Anzela bingung. "Rambut gue sebentar lagi botak, Zel. Gue malu.." katanya lagi dengan tatapan mat

