Anzela masih penasaran kenapa Tian dan Ray membawanya ke rumah sakit besar ini. Pikirannya segera menyambar pada seorang pria yang dua hari terakhir ini tidak ia temui. Alan. "Tunggu.. kenapa kita ke sini?" tanya Anzela sambil menghentikan langkahnya. "Ikut aja, Zel.." "Tapi, kan kita mau ketemu Alan.." "Kalau lo ikut kita. Lo bakal ketemu Alan.." Deg Sesuatu seolah menganyam dadanya. Detak jantungnya lebih cepat dari biadanya membuat tubuhnya bergetar. Seolah ketakutannya selama ini terjadi. Pikirannya berkecamuk pada hal buruk yang terjadi dengan Alan. Kenapa rasanya sakit sekali membayangkan hal-hal buruk tentang cowok itu. Entah sejak kapan, Anzela merasa peduli dengan cowok aneh itu. Entah sejak kepan kekawatiran menyelimuti hati dan pikirannya. Tian dan Ray membawanya ke kam

