27

1252 Kata

Malam ini suasana hening menyelimuti mereka saat "Bunda," panggil Alan saat melihat seorang wanita paruh baya berdiri di depan pintu UGD. "Alan," jawab wanita itu sambil memeluk Alan erat. "Alan, Tian di dalem lagi. Dia kesakitan lagi.." "Iya, Bunda. Dokter udah turun tangan. Pasti Tian nggak kenapa-napa." Anzela terdiam melihat percakapan Alan dengan wanita paruh baya yang ia yakini adalah TanteAyu, mama Tian. "Bunda sabar, jangan nangis.." "Kasian Tian," katanya sambil menyeka air mata. "Bunda jangan panik," "Anzela," panggil cowok yang melihat Anzela hanya terdiam menyaksikan percakapan di hadapannya. "Kak Rey, kak Bayu." "Sejak kapan disini?" "Baru aja, Kak." Rey dan Bayu menganggukan kepalanya kompak. "Bun, kata suster Tian mau di pindah di ruang inap.." Bunda mengangguk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN