"Nggak papa. Biasa, Alan kan anaknya mood-mood an." Anzela menganggukan kepalanya ke arah Bayu yang baru saja menjawab pertanyaannya. "Lanjutin aja makannya. Gue sama Bayu keluar dulu ya mau cari minum," pamit Rey yang di angguki Anzela dan Tian. Anzela menyuapkan sendok demi dendok bubur yang ia bawa tadi ke mulut Tian. Tian menerimanya dan memakannya dengan sangat lahap. "Kenapa kak? Kok ngalamun?" Tanya Anzela saat melihat Tian mengunyah bubur dengan lamunannya. "Hah?Enggak kok nggak papa," jawab Tian berdusta sambil tersenyum canggung. "Jangan bohong, Kak. Bilang aja kakak kenapa? Siapa tau gue bisa bantu atau kasih saran. Jangan banyak pikiran dulu." Tian tersenyum ke arah Anzela. Kemudian kembali bersuara. "Gue cuma kepikiran soal Bunda." Anzela segera mengangkat wajahnya se

