Diana dan Inggrid duduk bersebelahan di kursi tunggu yang ada di luar kamar perawatan Anggun. Keduanya sama-sama terdiam dengan pemikiran masing-masing. Inggrid mengalihkan tatapannya ke arah menantunya dan menatapnya lekat-lekat dengan agak lama. “Apa ini yang kamu maksud akan mendapatkan semuanya tanpa bantuan Mama, Di?” tanya Inggrid untuk memecah keheningan di antara mereka. Inggrid terkekeh. “lalu apa kamu mendapatkan semuanya sekarang?” tambahnya dengan nada penuh ironi. Diana masih terpekur dengan pikirannya sendiri. Dia mendengarnya dengan jelas, tapi enggan menanggapinya karena semua tanggapannya hanya akan berisi penyesalan yang terlambat. Semuanya sudah terlambat dan Diana terlalu malas untuk mengeluh terus. “Kamu tahu kenapa Mama terus mendukung kamu meski Mama tahu semuanya

