Entah apa yang terjadi padaku. Kenapa aku bisa melakukan ini dengan begitu cepat. Bersama Hindia sepertinya tidak ada waktu untuk berpikir. Aku yang memutuskan semua. Memutuskan untuk menikahinya. Dan juga melindungi dia agar namanya tak tercemar. Setelah merenung aku baru berpikir sebenarnya apa yang kurasakan kepada Hindia? Padahal selama ini aku terlalu pilih-pilih kalau mengenai wanita. Aku hanya pernah memiliki pacar 2 kali. Dulu saat masih di bangku sma, cinta pertama masa remaja. Dan sebelum aku lulus pendidikan kedokteran. Itupun aku selalu memilih calon kekasihku dengan sempurna. Cerdas, cantik dan tidak merepotkan. Hanya saja dulu saat kekasih terakhirku mendesak untuk menikahinya, aku langsung mundur dengan teratur. Tapi sekarang dengan hindia rasanya semuanya pas dan tepat.

