Kelahiran Pertama

2007 Kata

Rombongan Banteng Merah bersiap naik ke atas galiung. Mereka akan berlayar ke Markas Besar. Perjalanan ke Pulau Weh bulan ini sia-sia, karena mereka tak membawa satu pun rekrutan baru. Erlangga terlihat cemas. Ia menghampiri Wati. “Ketua, boleh saya punya satu permintaan?” ucapnya. “Aku kan udah nggak hutang budi?” Gadis mengernyitkan sebelah alis. “Boleh mampir ke Zona Aceh sebentar? Saya ingin menengok teman-teman yang ada di Desa Pertama.” “Pendengaranmu terganggu ya?” Igor ikut campur. “Apa tidak mendengar barusan Sri Maharatu bilang apa? Kita harus segera ke Markas Besar karena masih banyak pekerjaan—” “Hitung-hitung liburan, Ketua,” sela Erlangga. Mendadak Wati pun mempertimbangkan. “Hmm liburan ya…” “Tunggu, Sri Maharatu! Jangan terkecoh—” “Oke, kita mampir dulu! Nahkoda! T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN