Dengan senyuman terkembang Hannah mematut dirinya di depan cermin. Menelisik tubuhnya yang kini berubah drastis. Dari yang dulunya langsing dan seksi kini menjelma menjadi wanita padat berisi terutama di bagian dadanya. Senyuman di kedua sudut bibirnya perlahan tersamar oleh air wajah yang mendadak mendung. Lalu kedua tangannya terangkat merangkum sepasang pipi chubby yang ada di hadapannya. Sesekali ia kempiskan pipi itu agar terlihat lebih tirus seperti 10 bulan yang lalu saat dirinya belum mengandung si kembar. Helaan napas kasar memenuhi kamar yang sepi itu. Tampak wanita yang tengah berdiri di depan meja rias itu menggelengkan kepalanya secara berulang. Mencoba mengenyahkan pikiran negatif yang tiba-tiba saja dengan seenaknya mengusik kebahagiaan lantas memporak-porandakan perasaanny

