"Dek Minggu depan kita ke Surabaya bersama Pak Nevan dan Pak Tony," ungkap Hannah di sela makan malamnya bersama Fahmi. Sontak remaja berusia 18 itu menghentikan kunyahan makanan di dalam mulutnya. Ia segera menelan dengan paksa makanan yang baru sekali kunyahan itu lalu menggelontorkan segelas teh hangat agar tidak menyumbat kerongkongannya. "Mbak Hannah serius?" balas Fahmi tergagap dengan sorot mata tak percaya. Sudah lama sekali ia ingin sekali berziarah ke makam kedua orang tuanya. Selama ini Fahmi lebih memilih menyimpan sendiri keinginannya untuk pulang agar tidak membebani pikiran Hannah. "Mbak Hannah serius, mumpung kamu juga pas liburan sekolah!" sambung Hannah lagi dengan mata nanar. Hannah pun merasakan hal yang sama. Merindukan tanah kelahirannya. Merindukan semua kenangan b

