Aaaaa Alex berteriak keras, sembari menahan sakit diarea pribadinya yang baru saja ditendang oleh Rea. "Rasakan itu jerk!" Rea memaki sembari beringsut untuk menjauhkan diri dari Alex, sebelum mereka melakukan tindakkan yang lebih jauh. Rea khawatir dirinya sendiri akan mengkhianatinya. Ikut hanyut dalam permainan panas pria ini. "Berhenti menyanyakan hal yang tidak penting seperti itu. Sekarang lebih baik pikirkan caranya agar kita bisa keluar dari hutan ini," ucap Rea, sembari mengamati hutan itu. "Sebentar lagi akan gelap. Besok saja kita lanjutkan perjalanan. Aku mau istirahat," Alex merebahkan dirinya disebuah pohon besar yang ada disana. Sementara Rea masih mengamati dengan pandangannya yang jeli. Ditempat itu terdapat beberapa pohon besar yang menghalangi sinar matahari. Namu

