"Apa maksudmu, mengatakan aku tidak boleh melihatnya Kristof!" Rea menatap Kristof dengan wajah geramnya. "Sesuai kesepakatan kita, bahwa kau harus bekerja untukku. Kau tidak perlu menemui pria itu lagi. Jika kau masih menemuinya maka aku tidak akan pernah memberikan penawarnya lagi. Ingat Rea, masih ada dua tahap lagi untuk menyembuhkannya. Jika penawarnya diberikan secara rutin, maka dia akan sembuh. Tapi jika tidak maka.... Kristof menghentikan ucapannya dan menyunggingkan senyuman jahatnya. "Dia akan mati..." pria itu sengaja berbisik ditelinganya. Dengan seringai kejam menghiasi wajahnya. "Kau...! Beraninya kau bermain-main dengan nyawa seseorang." Rea menunjukk wajahnya seakan menampilkan kekesalannya yang menyeruak. Kristof hanya terkekeh melihatnya. "Kenapa kau sangat marah R

