PLAKKK Sebuah tamparan keras. Mendarat diwajah Alex. Rasa panas bercampur perih itu begitu terasa terasanya. Namun yang membuat sakit, mengapa Rea melakukan hal itu dengan baik. "Brengsekk, beraninya kau menyentuhku! Apa yang kau pikir semua wanita bisa kau lakukan seenaknya, hah? Setelah kau memaksakan kehendakmu, lalu kau akan menuduh yang bukan-bukan. Kau pikir aku ini apa!!" Bentak Rea dengan segala kekesalannya. Sementara Alex menatapNya datar sambil memegangi pipinya yang terkena tamparan Rea. Jika saja wanita lain yang saat ini bersama Alex. Mungkin wanita itu kehilangan nyawanya, akibat terlalu berani melawannya. "Jangan membuatku semakin membencimu dengan melakukan hal menjijikan seperti ini," ucap Rea namun pelan penuh dengan peringatan. "Aku hanya melakukan sesuai anjuran d

