Rea seakan membeku, menatap Alex seakan tak percaya. Matanya bahkan enggan untuk berkedip walau hanya sebentar saja. Lalu tanpa permisi, Alex langsung mendaratkan sebuah kecupan hangat dibibirnya. Dengan memejamkan matanya. Seolah menikmati dan mencurahkan perasaan rindu dan cinta yang menjadi satu. Rea sendiri tidak menolak, bahkan ikut memejamkan matanya menerima sentuhan yang sangat dia rindukan. Mereka berdua terlalu hanyut dalam dunia mereka sendiri. Namun bayangan tentang ancaman Kristof membuatnya segera melepaskan ciuman itu. Rea menggeleng dan memberi jarak antara dirinya dan Alex. "Ada apa Rea? Kenapa kau terlihat cemas?" "Aku harus pergi," ucap Rea dengan melangkah pergi. Namun tangan Alex langsung menarik pinggangnya dan menghentakkannya kembali, Hingga tubuh Rea kembali

