Marcus Part 2

1104 Kata

Yang sedang berkerumun melihat Sean, tentu saja para gadis yang tidak henti-hentinya berteriak memanggil namanya. Seperti biasa, dia selalu populer di kalangan para gadis.             "Leslie, ayo kita lanjutkan perjalanan kita!"        Aku mengangguk tanpa kata. Kuikuti Angie yang berjalan di depanku. Walau aku masih mencuri-curi pandang ke arah Sean.             Tak lama berselang, kami tiba di kelas 1C. Kelas ini sepi karena semua siswanya sudah pulang. Seperti yang Angie katakan, ruangan kelas terlihat sangat kacau. Posisi kursi dan meja tidak beraturan, bahkan terkesal asal diletakan. Lantainya sangat kotor dan penuh debu seolah tidak pernah disapu. Banyak juga sampah plastik yang berserakan, Aku tidak habis pikir, bagaimana bisa semua siswa penghuni kelas ini betah belajar di kela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN