Bab 50. Hamil

1503 Kata

"Zahra!" Seru Regan. Tubuhku tiba-tiba saja ambruk ke lantai kalau saja Regan tak menangkapnya. Sudah pasti aku akan terjerembab. Sayup kudengar suara Regan yang memanggil namaku, sembari menggendong tubuh ini masuk ke dalam kamar. "Sayang, bangunlah!" Regan mengoleskan minyak kayu putih ke hidungku. Mata ini mengerjap saat menatapnya samar, bagai bayangan kabut putih. "Re, aku di mana?" Kepalaku terasa pusing, mata berkunang-kunang dan perut rasanya mual. "Kepalaku sakit, Re," keluhku. Aku memuntahkan cairan bening dari dalam perut. Sudah sejak dari siang perutku belum terisi apa-apa. Hanya makan roti saja saat dalam perjalanan menuju ke Danau Toba. "Sayang, istirahat saja dulu di sini. Aku akan membawakan makanan untukmu. Kamu pasti masuk angin karena belum makan malam." Reg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN