Part 51 - Raisa Sakit Sesampainya di rumah sakit Jakarta Selatan. Riyan langsung menggendong Raisa dengan susah payah. Riyan mulai berjalan sempoyongan sambil menggendong Raisa. Rasa sakit yang menghujam dadanya semakin menjadi. Riyan mulai sesak nafas. "Suster, tolong. To.. Tolong gadis ini. Dia anaknya.. Hhh.. Hhhh.. Dokter Rina.. Hhh.. To.. Tolong.. Pa.. Panggilkan dokter Rina," ucap Riyan dengan sesaknya. Meskipun menahan semua rasa sakit itu. Riyan harus tetap kuat. "Baik lah. Tidurkan saja mbaknya ini di UGD. Saya akan segera panggil dokter Rina. Tapi masnya engga apa-apa?" tanya sang perawat pada Riyan. Perawat itu sangat menghawatirkan Riyan juga. Soalnya wajah Riyan sudah memucat, selain itu tadi juga Riyan bicara dengan sesaknya. "Engga.. Apa.. Apa... Hhhh.. Suster pangilk

