Senyum sumringahku telah kembali sebab Purnamaku sudah bersinar lagi. Bahkan hingga subuh hari menjelang pagi. Secuap kata rindu menyapa hati meskipun hanya via telepon dari sang pujaan hati. Masih sangat pagi untuk sekedar mendengar kata manis. "Bismillah untuk hari ini, By. Semoga lancar segala urusannya." Yang di seberang sudah siap mengakhiri. "Aku sudah dipanggil untuk mengecek persiapan apel pagi. Ingat, jangan bawa sepeda motor atau mobil ke kantor. Nanti sore aku jemput, sudah kuatur semuanya dengan Shandi." Aku mengangguk, padahal ia tak bisa melihat anggukanku. "Siap, Letnan. Aku diantar Bang Raka hari ini." "Ya, asal bukan diantar Satria." Memulai lagi hal-hal yang sudah terselesaikan. "Hishh," desahku langsung menutup telepon. Lelah sudah jika setiap saat harus mendebatkan

