BAB XXV

2129 Kata

Mataku tak terpejam meski ingin sekali rasanya terlelap sangat lama sampai kembalinya Purnama. Berulang kali, sepanjang malam aku menghubungi Purnama agar dia menarik ucapannya. Benarkah semalam adalah yang terakhir dari kisah Purnama? "Nomor  yang anda hubungi sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat lagi." Terus kugumamkan mengikuti operator kurang kerjaan. Sama sekali tidak bisa lagi aku hubungi. Aku coba menghubungi Mukti saja, dia pasti sedang dengan Sada. Selama ini mereka lengket sekali, hanya berpisah sekalinya tugas mereka berbeda. Semoga aku bisa berbicara dengan Sada melalui Mukti. Barang hanya menjelaskan yang aku pilih semalam, dan aku harap dia bisa mengerti. Satu dua kali tidak ada jawaban, yang ke lima kali baru mendapat jawaban. "Halo, Mukti. Alhamdulillah," seruku de

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN