KANIA memerhatikan tulisan yang baru dia buat, lalu menghela napas kasar. Dia meletakkan pulpen di tengah kertas, jemarinya menyusuri pipi yang dikecup Alby satu jam lalu—jejak napas hangat lelaki itu masih tertinggal—tapi tak membuat dadanya berdegup. Dulu. Saat Alby melakukan demi menguatkan sandiwara mereka, d**a Kania berdegup kencang sampai dia perlu sembunyi di toilet agar tidak ada yang tahu kalau badanya gemetar. Kebingungan menguasai pikiran Kania. Ada yang salah, tapi apa dan kenapa. Di tengah itu, tiga orang berhasil menerobos pintu kamarnya dan langsung membuat sepi hilang tak berjejak. "Aunty Nia! Look. Look. Aku membawa eeyore," teriak Anna sambil menggoyangkan keledai biru teman winnie the pooh di udara. Gadis kecil itu berlari cepat dan loncat ke ranjang—duduk di samping

