"PAK..." Putra berdeham, berusaha mengembalikan fokus Alby yang terganggu sejak pagi. "Soal dana buat pelepasan tanah warga di Ubud sudah oke? Beberapa investor sudah mulai mempertanyakan kapan proyek itu bisa jalan." Tetapi Alby telah hilang lagi, sibuk menabrakkan pulpen ke tepi meja, sambil memandang ke luar jendela. "Pak—" "Atur aja, Putra. Kamu kan tau batasan wajar yang biasa saya setujui, kalau itu sudah masuk---silakan dilanjutkan." Alby berdiri dari kursi, mengambil jas lalu memakainya cepat. "Ada lagi?" Putra terlihat berpikir sejenak, terlihat ragu, tetapi memilih bicara, "Saya sudah bicara sama Brigadir Adityardi, soal kasus Laras, dilihat dari hasi visum yang saya email Arga bisa langsung dilaporkan—dia bisa kena pasal berlapis, Pasal 354 KUHP penganiyaan berat dan ..." Al

