16

1209 Kata

PINTU ruang Alby terketuk nyaring, selang beberapa detik, Putra melenggang masuk dengan percaya diri. "Selamat Pagi, Pak." Alby memiringkan kepala sedikit dari laptop. "Ngapain kamu pagi-pagi gini udah ke ruangan saya. Email jadwal harian saya yang kamu kirim tadi subuh, udah saya baca," kata Alby kembali fokus menatap layar laptop. "Saya bawa dokumen penting, Pak," jawab Putra. "Lebih penting dari jadwal Bapak." Hening beberapa detik. Alby menggeser posisi laptopnya, membuatnya bebas memandang Putra---yang langsung menunduk---sadar kalimat yang diucapkan dengan pelan itu---tetap didengar oleh Alby. Tidak terjadi apa pun. Putra tidak juga mengangkat wajah dan mengatakan hal penting pada Alby. Alby sendiri pun cuma bersedekap memandangi Putra, sambil bersandar di kursi hitamnya yang m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN