Buka Lembaran Baru

1022 Kata

"Kamu mau makan, Ay?" "Yaampun, Pak, tadi di hotel udau sarapan, di pesawat makan, masa sekarang makan lagi? Bapak pun–" "Bisa jangan panggil saya bapak? Boleh, tapi khusus di kantor aja," pinta Varrel memotong perkataan Ayna. Mulut Ayna mengatup, tatapannya masih tertuju kepada pria di depannya. Bukan hal sulit memang, tapi entah kenapa Ayna masih sangat sungkan walaupun sebuah cincin sudah melingkar indah di jari manisnya. Haduh, rasanya Ayna ingin cepat-cepat sampai Indonesia agar tidak terus berduaan dengan Varrel. "Panggil saya Varrel, itu cukup. Kalau di kantor terserah kamu." Sempat ragu, namun pada akhirnya Ayna mengangguk. Tangan Varrel terulur mengusap pucuk kepala Ayna lembut. Saat ini keduanya sedang transit. Ini transit kedua, sekitar delapan jam lagi mereka akan sampai I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN