"Gue curiga pak Varrel mau ngelamar lo, Na." "Gue sependapat sama Karina!" Dirinya yang terus mendapat introgasi hanya bisa diam sambil menikmati sushi. Sushi memang menjadi pilihan makan malam mereka bertiga setelah lelah berkeliling mencari baju dan sepatu. Ayna yang tidak menggubris membuat Karina gemas. Saking gemasnya dia menarik rambut panjang Ayna yang terurai. "Sakit a***y!" Ayna mengusap kepalanya yang terasa sakit karena jambakan Karina. Beruntung moodnya sedang stabil jadi tidak ada drama pembalasan. Ayna menoleh menatap Karina lalu menghela napas. Ditatap lekat oleh Ayna tidak membuat Karina takut. Karena jujur saja rasa penasarannya jauh lebih dominan. "Jadi gimana, Na? Apa jawaban yang lo kasih ke pak Varrel?" Lagi-lagi Ayna bungkam. Untuk saat ini dia belum mau mencerit

