Rasa takut, panik, dicampur memang menjadi yang perdana semua itu membuat rasa sakit yang Ayna rasakan berkumpul menjadi satu. Ingin rasanya Ayna membebaskan diri, tetapi pria di atas tubuhnya sangat erat memeluk membuat dia tidak bisa bergerak bebas. "Its okay, Ay, gapapa. Percaya sama saya, sakitnya cuma sebentar. Maaf kalau saya nyakitin kamu, tapi kalau kamu nyuruh saya berhenti sekarang itu ngga akan saya kabulkan," bisik Varrel di telinga Ayna. Pria itu juga mengulum daun telinga sebelah kanan miliķ Ayna. Rasa geli kembali menjalar saat Varrel memainkan telinganya dengan lidah. Tangan yang awalnya mencengkram seprei kini berganti mencengkram kuat lengan Varrel. Saat ini Varrel belum melakukan hal lebih karena dia membiarkan Ayna tenang dan terbiasa dengan rasa baru yang kini dia ra

