Sudah sebelas bulan aku di Amsterdam. Rasanya, aku merindukan suasana kantor. Dimana aku bisa berinteraksi dengan bos ku, Raefal. Ah iya, bagaimana dengan kabarnya sekarang? Apakah ia masih bersama dengan perempuan itu? Rasanya iya, tapi bagaimana dengan kabar keluarganya? Apakah tenang? Sial sekali aku tidak bisa mengikuti perkembangan harian Raefal. Aku menyesal. Kalau tidak mengurus wanita sakit-sakitan ini, aku tidak sudi untuk datang kesini. Ini semua karena Ryan yang masuk penjara. Dasar bodoh! Langit-langit kota Amsterdam sangat gelap. Bintang-bintang menyinari gelapnya lagit dengan pancaran sinarnya. Lampu-lampu dikota juga tampak menyala untuk menerangi jalanan. Suasana ini sangat romantis, tapi sayang. Tidak ada Raefal yang menemaniku. "Argh!" Aku menendang kaca dengan sa

