Setelah makan siang selesai, Raefal tidak kunjung berhenti muntah dan itu membuat Alecia semakin khawatir. "Sayang, kita ke dokter aja yuk." ajak Alecia sembari tangannya memijat tengkuk leher Raefal. Lagi, Raefal tetap menggeleng, dan enggan untuk di ajak ke dokter. Raefal sangat keras kepala belakangan ini, tidak hanya tingaknya yang kadang berubah, tetapi pemikirannya juga. Hal itu yang membuat Alecia harus ekstra sabar. "Terus kamu mau bikin aku khawatir tiap hari kayak gini?" ucap Alecia pada Raefal. Lagi, Raefal menggeleng sembari mencuci mulutnya dengan air. Raefal menatap kedua mata milik istrinya itu dengan lembut. "Aku cuma kecapkan aja. Kamu yang tenang oke?" ucap Raefal yang berusaha untuk menenangkan istrinya. Alecia memasang wajah kesalnya, ia memukul keras d**a bidang

