Pangeran Air masih dibuat penasaran apa latar belakang ia dibawa kemari oleh Empu Eyang. "Mohon ampun, Yang Terhormat Empu Eyang. Di manakah kita sekarang? Hamba belum pernah kemari sebelumnya." "Kita berada di pertengahan Negeri Land Water dan Vuurland. Jadi, jika kau ke sana, maka akan bertemu dengan api, sedangkan kau di sini, akan bertemu dengan air." Pangeran Air menoleh ke kanan dan kirinya. Ia sama sekali tak melihat api dan air di sini. Hanya ada tanah gersang saja. Beberapa saat kemudian, seseorang datang membuat mata Pangeran Air langsung menoleh menatapnya. Gadis cantik dengan gaun panjang bewarna merah dihiasi berlian. Memakai mahkota yang melekat indah di kepalanya. Rambut gadis itu yang tersanggul menambah aura keanggunannya. Pangeran sempat tak berkedip karena terpesona.

