"Pangeran, Yang Mulia Raja memanggil Pangeran untuk menemuinya sekarang," ucap Mark memberitahukan pesan Raja Dafta padanya. "Di mana?" tanya Pangeran Air. "Di ruang pribadi Yang Mulia, Pangeran." "Oke." Pangeran Air segera pergi menuju ruang pribadi Raja Dafta. Pangeran Air yakin pasti ayahnya itu membicarakan perihal kejadian penculikannya tempo hari. Pangeran Air membuka pintu, di sana pun sudah ada Permaisuri Delita. Pangeran Air memberikan salam seraya membungkukkan badan. "Duduklah, Putraku!" suruh Permaisuri Delita. "Baik, Ibunda." "Mohon ampun, Ayahanda. Ada apa Ayahanda memanggil ananda kemari?" tanya Pangeran Air sopan. "Aku yakin, kau pasti sudah tahu jawabannya," ucap Raja Dafta. Pangeran Air terdiam. Benar, Ia kan hanya berbasa-basi saja tadi. "Jadi, sekarang coba j

