Azka yang diselimuti amarah memilih keluar rumah dan menuju gedung perusahaan dan kembali berkutat dengan pekerjaannya, menyibukkan diri. Lelaki takut hilaf serta melukai Azlisyah, jika lebih lama di sana. Suasananya sudah sepi dan hanya tinggal beberapa karyawan yang sedang lembur, tapi Azka tidak perduli hal itu. Lagipula di dalam ruang kerjanya terdapat nap room dan dia bisa istirahat di sana jika merasa sudah lelah. Belum lama Azka larut berkutat dengan dokumen pekerjaannya, seseorang tiba-tiba datang kemudian menghela nafasnya panjang menyaksikan kelakuan Azka yang menurutnya aneh. "Papa pikir kamu kembali karena ada yang ketinggalan. Tapi saat menunggumu di luar dan tidak kunjung keluar ternyata kamu sedang sibuk dengan pekerjaanmu. Kenapa Azka?" Azka menoleh dan berhenti melakuka

