"Setelah aku menjual jam tangan kesayanganmu?" "Iy-apa? Kamu menjual jam kesayanganku?" Azka hampir saja mengiyakan kalau saja gambaran jam tangan yang sudah didapatkannya dan merupakan limited edition, tanpa ia ketahui sudah dijual istrinya. Azka yang awalnya manis dan menatap Alisyah penuh perhatian, seketika berubah menatap Alisyah dengan tajam. Alisyah meneguk ludahnya kasar, habislah dirinya. "Aa-aaku me-melakukannya demi memenuhi keinginan bayi-bayimu, Mas, dan juga untuk memenuhi kebutuhanku saat aku kabur darimu ...," cicit Alisyah menjelaskan sambil menunduk takut. *** Azka mengintimidasi Alisyah menatapnya tajam dengan penuh peringatan. Laki-laki seolah sedang menatap mangsanya dengan ancang-ancang siap untuk menerkam. Menyadari hal tersebut Alisyah perlahan mundur menjaga

