Becca sudah berada di apartemennya lagi. Rencana Becca untuk melengkapi barang-barang keperluannya harus tertunda karena dirinya yang tiba-tiba saja malah tiba di rumah Rudi, rumah masa kecillnya. Iya, hanya saat Becca kecil, rumah itu terasa seperti rumah. Setelah Becca sudah remaja, Becca sudah merasa tempat itu bukan seperti rumah, malah lebih mirip sebagai penjara. Tidak seharusnya lagi, Becca merasa tempat itu sebagai rumah. Becca juga tidak ingin lagi menyebut tempat itu sebagai rumahnya sekarang. Becca malah lebih suka menyebut Singapura sebagai rumah. Tempat Becca bisa menemukan kenyamanan dan keamanan saat berada di sana. Ditambah lagi, tidak ada yang mengatur Becca, Becca bisa dengan bebas melakukan apapun, tanpa perlu takut dengan batasan atau dengan aturan. Setidaknya, di Singa

