13

2197 Kata

“Thanks ya, Lun. Kalau lo nggak maksa gue, untuk keluar dan nemuin yang lain. Mungkin malem ini gue cuma bisa tiduran dan scroll i********: aja.” Kata Becca. “It’s my pleasure, bisa mengantar nona Rebecca, calon penerus Rudi.” Kata Luna dari dalam mobil. Raut wajah Becca langsung berubah, dengan sedikit tertawa Becca langsung keluar dari mobil Luna, membanting dengan keras pintu mobil Luna. Luna hanya bisa tertawa melihat reaksi Becca saat dirinya bilang bahwa Becca adalah penerus Rudi. Luna langsung melaju, takut kalau Becca tiba-tiba mengamuk padanya, tidak lucu kalau Becca tiba-tiba masuk ke dalam mobilnya dan mengeroyok Luna. Becca sudah berada di lift, bersiap untuk masuk ke kamarnya. Suasana di dalam lift langsung terasa, kesepian langsung menjadi teman Becca. Rasanya berbeda sek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN