Casey menutup pintu apartemen. Langkah kakinya tertuju ke arah sofa. Sebelah tangannya meraih remote televisi sembari mendudukkan bokongnya dj atas sofa. Tanpa ada niat untuk pergi ke kamar mandi maupun dapurnya, Casey justru menyandarkan punggungnya. Inilah yang dia butuhkan, sebuah tempat untuk bersandar. Sekedar melepaskan penat dan beban yang memberatkan harinya. Meskipun tatapannya tertuju pada layar televisi, namun pikirannya ke arah lain. Besok dirinya sudah mulai bekerja. Meskipun harapan besar Casey tidak bertemu dengan Johnathan, namun tidak bisa dipungkiri jika dirinya mengkhawatirkan lelaki itu. "Aku tidak bisa mengatakannya sekarang, dia pasti tidak percaya padaku," gumamnya. Otaknya seolah tidak ingin berhenti mengingat tentang kenangan buruk di masa lalu. Hing

