Sudah lima tahun berlalu, sejak Kak Riza pergi meninggalkan Indonesia, sejak Rama pergi meninggalkan Jakarta, sejak Syifa pindah ke Papua, aku masih saja di sini, menjalani kehidupanku yang terasa hampa tanpa mereka. Aku selalu berusaha menyibukkan diri dengan mengikuti beberapa organisasi yang ada di kampus, dengan begitu aku berharap bisa melupakan semua resah yang aku rasakan. Namun ternyata aku salah, mau seberapa sibuk diriku, ketika aku sedang sendiri aku tetap saja merindukan mereka. Saat aku merasa sepi, aku selalu mencurahkan segala perasaanku ke dalam buku diary pemberian Kak Riza. Ya, selama lima tahun ini aku selalu menceritakan kejadian-kejadian penting dalam hidupku dalam diary tersebut. Saat ini tidak banyak halaman yang tersisa, kurang lebih tinggal dua halaman lagi. Tidak

