zahrica dan ibunya telah prepare semua baarang yang mereka bawa. Ibunya duduk dan melihat setiap sudut rumah yang mereka tinggalkan.
Ca...
Ibu merasakan kenangan di sini sangat menyenangkan. Tapi kita harus tetap pergi dan meninggalkan kota ini.
Bu, aku ingin merawat dan membesarkan anakku tanpa ayah nya?
Sayang Ibu tahu kesedihan yang pikirkan tapi kamu sendiri tidak mengetahu siapa ayahnya anakmu?
Ibu, aku takut jika orang melihat aku hamil di luar nikah dan membully dan mencaci maki anak Ica.
Makanya kita pergi jauh nak dari sini sehingga tidak ada yang mengenal dan mengetahui keadaan kamu sampai menglahirkan.
Jika kelak anak Ica menanyakan keberadaan ayahnya, gimana Bu?
Kamu tinggal ayahnya pergi kerja di luar negeri. Kamu jangan khawatir dan cari lah laki-laki lain jika kamu sudah melahirkan.
Zahrica dan Ibunya sampai di bandara internasional dan meninggalkan kota itu. Setelah sampai di kota C mereka mencari rumah peninggalan nenek tak membutuhkan waktu lama. Setelah setengah jam perjalanan mereka sampai di rumah itu. Zahrica tidak pernah tinggal di rumah itu karena ibunya kabur dari rumah demi menikah dengan ayahnya. Dia meninggalkan tempat kelahirannya yang begitu besar dan rela menderita.
Ibu?
Iya, kenapa sayang.
Apakah ini rumah nenek?
Benar sayang, ayo masuk.
Tapi, Ibu kenapa lebih memilih tinggal bersama ayah dan aku sedangkan di sini rumah ibu sangat besar.
Sudahlah kita masuk dulu, dan bersihkan kerena rumah ini sudah lama tidak di huni.