BAB 43

1087 Kata

Barra melangkah dengan cepat dengan tangan yang masih terkepal dengan keras. Dia marah. Meski dia tidak merestui pernikahan ayahnya dan Anita, tapi kalau ayahnya menyukai gadis itu, beraninya Anita mengkhianatinya. Apalagi dirumahnya sendiri. Dengan sepupu ayahnya sendiri. "Apa-apaan kalian!!" Bentak barra begitu dia sampai di hadapan mereka berdua. Anita langsung menepuk jidatnya karena tahu, hl ini akan menjadi masalah yang panjang dan rumit. Bastian sendiri jadi ketakutan. Dia tahu tabiat Barra. Jika dia marah, dia bisa saja membunuh orang. Bastian baru menyadari kalau dia telah masuk jebakan Angela. Karena dia melihat keponakannya itu tertawa sinis. "Dia yang datang-datang langsung menempel padaku." Jawab Anita ketus. Dia hanya mengutarakan kenyataan. Bastian berdiri dengan cepat.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN